2011/08/18

Bu, Ngajiku Sudah Khatam

Usai sholat maghrib berjamaah, seorang anak menghampiri saya dan meminta izin, "Pak, boleh saya pinjam telepon?"
Dia adalah seorang santri sebuah pesantren. Sore tadi saya mampir ke masjid di lingkungan pesantren itu karena sudah menjelang waktu maghrib, saatnya berbuka puasa. Kami saling kenal, maka saya tidak terkejut ketika dia berani meminjam telepon (handphone) saya. Tetapi, saya penasaran siapa yang hendak dihubunginya.
"Ada apa? Mau nelpon siapa?" Tanya saya.
"Mau nelpon ibu, memberitahu kalau saya sudah khatam," jawabnya.
Sejenak saya terkejut, bengong, pikiran saya terhenti.
"Alhamdulillah," ucap saya kemudian. "Kapan khatamnya?"
"Kemarin," jawabnya singkat.
Di luar masjid, saya persilakan dia menelepon ibunya. Saya hanya bisa memperhatikan pemandangan indah ini dan bersyukur kepada Alloh bahwa ada anak yang begitu dekat ibunya. Semoga engkau adalah anak saleh yang kelak menjadi perpanjangan amal orang tua.
---
Itulah sepenggal pengalaman menakjubkan yang saya alami hari ini, di Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo. Saya tidak bisa berkomentar lebih lagi kecuali memuji Alloh yang telah menjadikan semua ini terjadi di hadapan saya. Saya bersyukur bahwa Alloh menggerakkan hati saya untuk membantu dia, walau pada awalnya saya pikir ini adalah urusan sepele: hanya untuk memberitahu orang tua bahwa tilawahnya sudah khatam. Biasanya, dalam urusan sepele begini saya akan bilang, "Nanti saja," atau, "Besok kan bisa ketemu."
Saya bersyukur bahwa saya dipercaya menjadi saksi atas bakti seorang anak kepada orang tuanya, ibunya.

0 komentar:

Poskan Komentar