2010/09/05

Jadikan Laptop Ubuntu sebagai Wireless AP

Beberapa hari lalu ada diskusi di milis [id-ubuntu] tentang Wireless Access Point (AP). Saya jadi teringat dengan apa yang telah saya lakukan awal tahun ini, saat pelatihan guru bulan Januari lalu dan dua kali pelatihan kecil-kecilan di masjid bagi remaja-remaja untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan.Di rumah, saya tidak punya komputer desktop (PC). Yang ada hanya sebuah laptop (notebook). Awal tahun ini saya mendapat fasilitas dari kantor berupa sebuah netbook. Keduanya saya pasangi Ubuntu, satu Jaunty dan yang lain Lucid.

Lantas timbul keinginan untuk bisa membuat ICS (Internet Connection Sharing) agar kedua komputer itu bisa sama-sama sambung ke internet. Biar gak rebutan dengan anak-anak, gitu!Ternyata mudah sekali cara pasangnya. Lebih mudah dibandingkan ketika masih pakai Windows dulu. Sambungan internet yang saya punya melalui modem GSM yang ditancapkan ke port USB pada laptop, kemudian sharing-nya melalui built-in Wifi. Lalu netbook tinggal menyambungkan Wifi-nya ke Wifi laptop.

Dalam pelatihan, beberapa komputer peserta pun ikut beramai-ramai online melalui laptop saya yang diubah menjadi Wireless AP. Bahkan, kalau di kantor, PC-nya staf tata usaha saya beri Wifi USB sehingga bisa sambung juga. Itu karena beberapa bulan lalu di kantor saya masih belum ada sambungan internet yang memadai.Maka ketika di milis [id-ubuntu], yaitu milisnya para pengguna Ubuntu di Indonesia ada ajakan berbagi pengalaman membuat ICS, saya ingin membagi pengalaman saya tersebut. Dan, berikut adalah panduan sederhana dari langkah-langkah yang saya lakukan untuk menjadi laptop saya menjadi Wireless AP. Saya kurang menguasai bahasa teknis dalam networking, maka saya gunakan istilah sederhana saja. Semoga bisa dimengerti.

Langkah pertama, nyalakan Wifi. Biasanya di laptop ada saklar mekanis untuk menyalakannya atau dengan tombol fungsi.Langkah kedua, buat sambungan baru dengan cara membuka jendela Network Connections. Ada dua cara untuk melakukannya. Cara pertama dengan membuka menu System > Preferences > Network Connections seperti pada gambar berikut.

Atau dengan cara kedua, yaitu dengan mengklik kanan mouse pada indikator network di kanan atas panel.


Kemudian langkah kedua adalah menambahkan atau membuat sambungan wireless baru, seperti pada gambar berikut.


Setelah mengklik tombol [Add], langkah ketiga kita bisa mengetikkan nama sambungan. Nama ini terserah kita, untuk membedakan dengan sambungan lain yang telah dibuat. Dalam contoh ini saya memberi nama: laptopku.


Sedangkan nama yang akan tampil di komputer lain sebagai nama AP diketikkan pada isian SSID seperti berikut. Misalnya, saya memberi nama yang sama: laptopku.


Langkah kelima, menentukan Mode sambungan wireless kita. Pilih Ad-hoc.

Selanjutnya, langkah keenam pindah ke halaman (tab) Wireless Security. Pilih None jika hendak membolehkan semua orang dalam jangkauan ikut menikmati sambungan. Jika tidak, pilihlah Mode lainnya dan berikan password.

Langkah ketujuh adalah menentukan IPv4 Settings. Pindahlah ke halaman tersebut kemudian pilih Shared to other computers.


Setelah mengklik tombol [Apply], selesailah langkahnya!

Sekarang kita tinggal mengaktifkan AP yang baru kita buat dengan klik kiri pada indikator network di panel kanan atas. Jika nama AP yang baru kita buat belum muncul, pilih Connect to Hidden Wireless Network, ketikkan Network Name (dalam contoh ini bernama: laptopku) dan klik Connect. Jika sudah aktif, status sambungan akan ditampilkan pada indikator.
Biasanya, saya mengaktifkan sambungan ke internet dulu (dengan modem) baru kemudian mengaktifkan Wifi.

Berikutnya, silakan komputer lain mengaktifkan Wifi-nya dan menyambung ke "laptopku". Selamat berbagi sambungan Internet.

4 komentar:

  1. saya mw tanya, saya pernah berhasil melakukan cara diatas tp ko malah hardwarenya jd gak bisa dipake untuk kedua kalinya ?

    BalasHapus
  2. bagaimana gang kalo internetnya dari wireline (jaringan kabel) kemudian wirelessnya mau di sharing (dijadikan ad-hoc)

    BalasHapus
  3. >> Anonim:
    yang saya coba memang begitu, laptop saya terhubung ke internet lewat kabel (modem speedy via ethernet/LAN), kemudian sharing dengan laptop lain via internal/built-in wifi.

    BalasHapus