2010/06/04

Makin Sayang Linux

Satu bulan lebih umur Lucid Lynx, Ubuntu 10.04 LTS. Tapi sayang, aku belum berhasil meminangnya untuk VAIO-ku yang berumur 4 tahun lebih tua darinya. Rupanya, Jaunty Jackalope (Ubuntu 9.04) yang tetap setia. Ketika Karmic Koala (Ubuntu 9.10) hadir, aku pun memperkenalkannya. Tetapi hanya sebentar saja karena ada beberapa ketidakcocokan sehingga aku kembalikan dia kepada Jaunty.
Tetapi, untuk menjawab rasa penasaranku terhadap para Ubuntu muda, desktop Acer M1800 milik kantor kujodohkan dengan Karmic dan netbook Acer AO532 dengan Lucid. Sepertinya sudah lengkap. Setahun lalu aku sudah berhasil menyiapkan bersatunya sebuah keluarga diskless atau thinclient di SMP Islam Terpadu Al Uswah Surabaya dengan Jaunty, satu server dengan empat client. Mengapa empat? Sebenarnya boleh lebih, karena tidak ada aturan seperti batasan ta'addud dalam Islam. Dan, sebentar lagi aku akan mempersiapkan yang serupa di SMP Islam Terpadu Darul Fikri Sidoarjo, tetapi dengan Lucid.
Ternyata, para Ubuntu muda makin menarik. Nah, agar Jaunty di VAIO-ku tak kalah menarik, kemarin aku coba make-up dengan AWN. Sebenarnya sudah lama aku mencari yang bisa membuat wajah desktop Jaunty-ku tampak seperti desktopnya Mac milik saudaraku. Baru Rabu malam kemarin, seorang sahabat di San Fransisco pengelola infokomtek.com yang membantuku banyak hal memberikan sebuah link tentang cara mengubah tampilan Ubuntu menjadi MacOS. Subhanalloh, asyik sekali. Setelah kupelajari, baru kutahu yang kubutuhkan adalah AWN - Avant Window Navigator.
Maka, kuteruskan pencarianku dengan bantuan Si Google dan kutemukan tempat berkenalan dengan AWN. Hhhh, lega rasanya. Maka, jadilah wajah desktop Jaunty di VAIO-ku seperti ini.


Tak hanya itu, dengan menyertakan Compiz, maka gaya Jaunty-ku menjadi makin menarik. Aku bisa melihat beberapa wajah desktopnya sekaligus dengan gaya Expo-nya seperti ini.


Sengaja aku pasang dua desktop saja karena memang kebutuhanku tidak banyak. Coba, lihat saja gayanya ketika akan berpindah desktop.


Keren, kan? Dan, satu lagi gayanya ketika memindah jendela (windows) kerja. Subhanalloh, makin keren saja. Ini belum semuanya, lho! Compiz membuat Jaunty di VAIO-ku makin menarik saja. Jadinya, makin sayang Linux!

0 komentar:

Poskan Komentar